Sejak hari itu gerak ku semakin dijaga ayah dan ibu. Aku tak bisa keluar malam dan harus berpamitan apabila ingin keluar malam dan mengerjakan tugas. Aturan ini semakin menghalangiku dan ruang gerak ku semakin terbatas. Aku kaku dan tak tahu harus berbuat apa. Malam itu adalah…
Kuseduh lagi teh yang sudah mulai tak panas lagi. Tapi rasanya masih sama, teh rasa jahe. Aku termenung dan tak tahan dengan ingatan itu. kuambil sepotong roti yang sejak tadi tak ada kusentuh di dalam kotak ini. Rasanya coklat dan bercampur dengan kacang yang dibuat ditengah…
Aku sadar dan semakin semangat menjalani hidup yang semakin dipenuhi dengan bunga-bunga percintaan. Matahari dan bulan selalu menyinari siang dan malamku tanpa meminta balasan. Aku patut bersyukur dengan diriku dan keluargaku yang dipenuhi dengan kebahagian. Ayah yang selalu m…
Angin berputar dan mengerakan hujan yang berjatuhan ke permukaan tanah. Air itu tak henti-hentinya menyerang atap yang diam dan tak bersalah. Kuambil sweater biru laut dengan motif bunga tulip berwarna merah muda yang tergantung di gantungan dekat pintu. Aku kembali duduk dan …
Kutatap lagi rintikan hujan itu dan perhatikan butir-butir tetesan hujan yang masih jatuh dari langit dan membasahi tanah itu. Kuseduh lagi teh dari gelas dan kurasakan cinta yang merobek hati yang paling dalam. Aku sudah dewasa dan kini aku tahu apa yang dikatakan ayah dan i…
Aku hamil dan tak satupun orang yang tau selain dia. Aku sudah memiliki janin yang tak tahu harus kuperlakukan seperti apa. Aku masih muda dan menjaga diriku sendiri saja aku belum sanggup. Kini aku berdua dan masih buta dan tak sanggup melakukan apapun. C…
Sejak hari itu, setiap langkahku semakin diawasi ketat oleh ayah dan ibu. Aku tak lagi bebas keluar malam tanpa izin, dan setiap kali aku berniat mengerjakan tugas di luar, aku harus berpamitan dengan sangat hati-hati. Aturan yang mereka tetapkan semakin membatasi …